Senin, 15 Februari 2021

Sehat Olahraga Bagi Ibu Hamil

 Manfaat Senam Bagi Ibu Hamil




Olahraga di masa kehamilan adalah salah satu kunci utama untuk menjaga kesehatan ibu hamil dan janin. Tak hanya itu, olahraga secara rutin saat hamil juga dapat mendukung proses persalinan agar lebih lancar nantinya. Untuk mengetahui manfaatnya lebih jauh, mari simak artikel berikut ini.

Kehamilan mungkin membuat Bumil merasa lebih mudah lelah atau merasakan keluhan tertentu, seperti nyeri punggung dan sembelit. Namun, jangan sampai Bumil patah semangat untuk berolahraga hanya karena alasan tersebut, ya. Olahraga di masa kehamilan penting untuk dilakukan secara rutin agar kondisi kehamilan Bumil dan janin tetap sehat.

Berikut ini adalah beberapa alasan olahraga saat hamil begitu penting untuk dilakukan:

  • Mengurangi stres saat hamil
  • Mencegah kenaikan berat badan yang berlebihan
  • Meningkatkan stamina dan kekuatan otot yang dibutuhkan saat menjalani persalinan dan setelahnya
  • Memperbaiki suasana hati dan mengurangi risiko depresi
  • Mengurangi risiko terjadinya diabetes gestasional dan tekanan darah tinggi saat hamil
  • Menurunkan risiko bayi lahir dengan berat badan lebih dari rata-rata (fetal macrosomia)
  • Mengurangi sakit punggung, konstipasi, dan kembung

Selain itu, olahraga di masa kehamilan juga baik untuk mendukung perkembangan otak janin. Beberapa riset menunjukkan bahwa bayi yang lahir dari ibu yang rutin berolahraga saat hamil dapat lebih cerdas atau memiliki IQ lebih tinggi.

Beberapa Pilihan Olahraga untuk Ibu Hamil

Olahraga di masa kehamilan memang dapat memberikan banyak manfaat untuk ibu hamil. Ada beberapa pilihan jenis olahraga yang bisa Bumil lakukan, di antaranya:

  • Jalan santai
  • Berenang
  • Aerobik khusus ibu hamil
  • Menari
  • Yoga dan pilates
  • Senam ibu hamil

Selain berbagai jenis olahraga di atas, melakukan aktivitas sehari-hari, seperti membereskan rumah, juga merupakan kegiatan fisik yang baik untuk menjaga tubuh Bumil tetap aktif. Agar tetap sehat dan fit, Bumil disarankan untuk rutin berolahraga selama 30 menit setiap hari atau minimal 3 kali seminggu.

Namun, Bumil sebaiknya segera berhenti berolahraga jika mengalami keluhan atau gejala tertentu, seperti sakit kepala, nyeri dada, perdarahan atau keluarnya cairan lain dari vagina, kontraksi terus-menerus pada rahim, sesak napas, detak jantung cepat, serta kurangnya pergerakan janin.

Selain itu, jangan berolahraga melebihi kemampuan. Nah, cara termudah untuk mendeteksi olahraga yang dilakukan telah melebihi kemampuan adalah saat Bumil mulai merasa sulit berbicara atau terasa sesak saat berolahraga. Jika Bumil mengalami kondisi tersebut, segeralah istirahat sejenak.

Jenis Olahraga yang Sebaiknya Dihindari oleh Ibu Hamil

Untuk mencegah terjadinya cedera atau masalah kesehatan selama hamil, Bumil sebaiknya menghindari beberapa jenis olahraga atau kegiatan berikut ini:

  • Olahraga beregu yang banyak melibatkan kontak fisik, seperti basket dan sepak bola
  • Scuba diving, karena berisiko menimbulkan tekanan di dalam rahim yang dapat membahayakan janin
  • Gerakan yang dapat meningkatkan risiko terjatuh, misalnya melompat
  • Olahraga dengan tempo cepat dan membutuhkan perubahan pergerakan tubuh dengan cepat, seperti bulu tangkis, tenis, atau bela diri

Meski olahraga penting untuk dilakukan, ada kondisi-kondisi tertentu yang membuat ibu hamil dianjurkan untuk berhati-hati saat berolahraga atau bahkan menghindari olahraga. Berikut ini adalah beberapa kondisi yang dimaksud:

  • Gangguan pada leher rahim
  • Tekanan darah tinggi saat hamil
  • Penyakit jantung dan paru, nyeri sendi, anemia, dan diabetes yang tidak tertangani dengan baik
  • Pernah atau berisiko mengalami persalinan prematur
  • Pernah keguguran sebanyak 2 kali atau lebih
  • Perdarahan dari vagina atau adanya bercak darah di celana dalam
  • Kondisi leher rahim atau serviks lemah
  • Posisi plasenta rendah

Olahraga secara teratur dapat membantu Bumil mengatasi perubahan fisik selama kehamilan dan membangun stamina untuk menghadapi persalinan. Namun, sebelum berolahraga, periksakan diri ke dokter terlebih dahulu, terlebih jika Bumil memiliki kondisi-kondisi yang telah disebutkan di atas.

Berbagai Tips Olahraga di Masa Kehamilan

Berolahraga saat hamil perlu dilakukan secara hati-hati. Jika sebelumnya Bumil tidak rutin berolahraga, awali latihan dengan durasi singkat mulai dari 10–15 menit, kemudian tingkatkan secara perlahan menjadi 30 menit setiap hari.

Berikut ini adalah panduan yang dapat menjadi rujukan Bumil saat berolahraga:

  • Kenakan pakaian longgar yang nyaman dan bra yang dapat menyangga payudara dengan baik.
  • Pakailah sepatu olahraga yang dapat melindungi dari cedera.
  • Konsumsilah makanan berkalori maksimal 1 jam sebelum olahraga.
  • Lakukan pemanasan sebelum olahraga dan pendinginan setelahnya.
  • Lakukan gerakan di permukaan yang rata untuk mencegah cedera.
  • Hindari mengubah posisi tubuh secara tiba-tiba agar tidak pusing.
  • Konsumsi cukup cairan untuk mencegah dehidrasi.
  • Ikuti selalu instruksi dari pelatih atau instruktur bila mengikuti kelas tertentu, seperti yoga atau pilates.

Jika masih ragu, Bumil bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui lebih jauh jenis dan manfaat olahraga di masa kehamilan. Jangan lupa juga untuk selalu menerapkan pola makan sehat, beristirahat yang cukup, dan menjauhi kebiasaan buruk, seperti merokok atau minum alkohol, agar kondisi Bumil dan janin tetap sehat.

 



Makanan Sehat Ibu Hamil

MAKANAN SEHAT IBU 


Ada beragam jenis makanan sehat untuk ibu hamil yang dapat dikonsumsi selama masa kehamilan. Jenis makanan ini tidak hanya baik untuk menjaga kesehatan ibu hamil, tetapi juga mendukung perkembangan janin. Lantas, apa saja jenis makanan sehat tersebut?  

Penting bagi setiap ibu hamil untuk selalu memenuhi kebutuhan nutrisi selama hamil. Misalnya, folat untuk mencegah bayi terlahir cacat, kalsium dan protein untuk pembentukan jaringan tubuh dan tulang janin, serta zat besi untuk mencegah anemia saat hamil.

Kebutuhan nutrisi tersebut dapat diperoleh dari beragam jenis makanan yang berbeda. Oleh karena itu, penting bagi Bumil untuk mengenal jenis makanan sehat untuk ibu hamil agar asupan nutrisi tetap terjaga.

Berbagai Pilihan Makanan Sehat untuk Ibu Hamil

Berikut ini adalah beberapa jenis makanan dan minuman sehat yang baik dikonsumsi saat hamil:

1. Sayur dan buah

Sayur dan buah adalah bahan makanan utama dalam pola makan sehat bagi ibu hamil. Setiap ibu hamil perlu mengonsumsi setidaknya 5 porsi sayuran dan buah-buahan berbeda tiap hari untuk mendapatkan aneka vitamin, mineral, serta serat.

Sayuran hijau, seperti bayam dan kale, mengandung banyak vitamin Avitamin C, vitamin K, dan asam folat yang penting untuk memelihara kesehatan mata, menjaga daya tahan tubuh, serta mencegah janin terlahir cacat.

2. Daging tanpa lemak, ikan, dan telur

Kelompok makanan ini kaya akan kandungan protein yang penting untuk pertumbuhan janin, terutama pada trimester kedua dan ketiga kehamilan.

Telur juga kaya akan kolin yang berperan penting dalam mendukung perkembangan otak dan saraf janin serta mengurangi risiko terjadinya cacat tabung saraf.

Sementara itu, ikan salmon kaya akan omega-3 yang baik untuk menjaga suasana hati ibu hamil sekaligus mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin.

Meski demikian, guna menghindari paparan merkuri yang umumnya terkandung di dalam ikan laut, Bumil disarankan untuk tidak mengonsumsi lebih dari 350 gram ikan salmon, tuna, atau tongkol dalam waktu seminggu atau batasi konsumsi ikan sebanyak 2–3 porsi per minggunya.

3. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan berperan penting dalam mencukupi kebutuhan serat dan melancarkan pencernaan ibu hamil. Selain itu, kelompok makanan ini juga kaya akan kalsium, folat, zat besi, dan seng.

Dengan tercukupinya asupan serat, Bumil akan terhindar dari konstipasi dan wasir. Selain itu, rutin konsumsi makanan berserat dan bernutrisi tinggi, seperti kacang, sayur, dan buah-buahan, juga baik untuk mencegah ibu hamil dari diabetes gestasional.

4. Makanan sumber karbohidrat

Gandum utuh merupakan salah satu sumber karbohidrat yang juga kaya akan nutrisi lain, termasuk serat, vitamin E, dan selenium yang baik untuk tumbuh kembang janin di dalam rahim.

Selain itu, untuk mencukupi kebutuhan energi saat hamil, ibu hamil juga perlu mendapatkan asupan makanan lain yang mengandung karbohidrat, misalnya oatmeal, roti gandum, pasta, dan nasi merah.

5. Susu dan produk olahannya

Susu dan produk olahan susu, seperti yoghurt dan keju, kaya akan kalsium yang baik untuk pembentukan jaringan tulang pada bayi serta menjaga kesehatan tulang ibu.

Selain itu, mencukupi kebutuhan cairan tubuh juga sangat dianjurkan bagi ibu hamil. Dengan tercukupinya kebutuhan cairan, risiko janin terlahir prematur akan berkurang. Asupan cairan juga penting untuk mencegah dehidrasi, wasir, dan konstipasi pada ibu hamil.

Selama masa kehamilan, Bumil disarankan untuk mengonsumsi kurang lebih 2,5 liter (setara dengan 10 gelas) air dalam sehari. Cairan ini juga bisa diperoleh dari makanan, seperti buah dengan kadar air yang tinggi, jus, atau susu.

Hindari mengonsumsi terlalu banyak minuman kemasan dengan kadar gula tinggi, karena jenis minuman tersebut dapat menyebabkan diabetes, obesitas, dan tekanan darah tinggi.

Mencukupi Kebutuhan Nutrisi Saat Hamil dengan Suplemen

Meski sudah mengonsumsi berbagai jenis makanan, mungkin saja Bumil masih melewatkan beberapa nutrisi tertentu. Oleh karena itu, biasanya dokter atau bidan akan menyarankan Bumil untuk mengonsumsi suplemen vitamin.

Salah satu suplemen yang biasa diberikan kepada ibu hamil adalah TTD (tablet tambah darah) yang memiliki kandungan 60 miligram zat besi dan 400 mikrogram asam folat.

Namun, sebelum mengonsumsi suplemen tersebut, Bumil sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter agar dokter dapat menentukan dosis yang tepat sesuai kondisi Bumil.  

Cermat Mempersiapkan Makanan Ibu Hamil

Mengolah makanan sendiri adalah salah satu cara untuk menjaga kualitas dan kesehatan bahan-bahan yang masuk ke dalam tubuh. Berikut ini adalah panduan untuk mempersiapkan makanan sehat untuk ibu hamil:

  • Cuci semua sayur dan buah yang akan dimasak agar bersih dari sisa tanah dan kotoran yang mengandung kuman, misalnya parasit toksoplasma.
  • Simpan makanan mentah di tempat yang berbeda dengan makanan siap santap dalam lemari pendingin untuk menghindari kontaminasi kuman.
  • Gunakan talenan yang berbeda untuk memotong daging mentah dan sayur atau buah-buahan.
  • Masak daging mentah, telur, dan ikan hingga benar-benar matang.
  • Cuci bersih tangan dan seluruh perlengkapan dapur yang telah digunakan untuk memotong dan mengolah makanan.
  • Kenali dan hindari beberapa jenis makanan berbahaya untuk ibu hamil, seperti makanan mentah.

Di samping itu, ibu hamil yang sedang menderita kondisi tertentu, seperti diabetes gestasional dan preeklamsia, disarankan untuk rutin memeriksakan diri ke dokter kandungan serta mematuhi larangan dan anjuran dokter tentang makanan yang baik untuk dikonsumsi saat hamil.

Selain mengonsumsi makanan sehat untuk ibu hamil, Bumil juga perlu berolahraga secara rutin, mencukupi istirahat, menjauhi rokok dan asap rokok, menghindari minuman beralkohol, serta mengurangi stres, agar kondisi kesehatan Bumil dan janin tetap terjaga.